Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

TANPA TERASA

Tanpa terasa waktu terus berputar mengitari hari-hariku
Tanpa terasa pula kaki ini telah melangkah dan terus berpijak
Tanpa terasa umurku pun semakin berkurang hari demi hari
Tanpa terasa kekurangan demi kekurangan nikmat menggerogotiku

Duhai Sang Penguasa Alam
Engkaulah yang Maha Suci
Engkaulah yang Maha Perkasa
Engkaulah yang Maha Esa
Engkaulah yang Maha Rahman
Engkaulah yang Maha Rahim

Dengan rahmatMu ya Allah
aku berjalan
aku berfikir
aku bekerja

Dengan AsmaMu ya Allah
aku mohon ampunan
aku mohon keberkahan
aku mohon keselamatan


finarga131015

Sabtu, 02 Juni 2012

Buat kalian

aku bagaikan orang yang tersentak
ada rasa kebahagian yang menghampiri hati
ada yang haru.........

tanpa dapatku cegah....
bulan-bulan itu mulai perlahan telah datang
menjabat hatiku yang masih ternoda
dia lalu berkata...
keselamatan dan berkah Allah atasmu...
bergetarkah hati kalian?

rajab, sya'ban, dan ramadhan...
sungguh kami telah berdiri di pinggir kawah kalian
izinkan kami melebur noda-noda yang melekat dalam hati dan otak ini
berilah kedamaian...

wahai pencipta rajab, sya'ban, dan ramadhan...
biarkan aku bersujud dan berdoa
ampuni segala dosa hamba-Mu ini
ampuni segala dosa orangtua kami
ampuni segala dosa guru-guru kami
ampuni segala dosa anak-anak kami
ampuni segala dosa saudara kami
ampuni segala dosa kerabat kami
ampuni segala dosa seluruh kaum muslimin

Wahai yang maha lembut dan maha penyayang
kabulkan...kabulkan..kabulkanlah..

Rabu, 07 Juli 2010

Merajut titik

Hari itu aku terkulai dalam keletihan
sungguh, ini bukan keletihan biasa
tubuh bagai terkulai dalam kehampaan
terbaring lemah...
ada apa ini...

selanjutnya, aku masih merasakan lagi..
hal yang sama, namun lebih parah.
pikiran kini juga letih..
ya ampun..
ada apa lagi ini..

hari ini aku beranikan diri..
berpikir, melangkah perlahan dengan sisa daya
mencoba merajut titik-titik yang aku temukan
sepanjang jalan..
sepanjang hidup..
hingga akhir...hingga akhir

Jumat, 18 Juni 2010

Hari ini aku umumkan

Hari ini aku umumkan kepada kalian semua, 

bahwa setiap pengembaraan pasti akan berakhir...

segala cerita akan hidup, suka, duka, cinta,,

akan dicukupkan pada bab terakhir.


hari ini aku umumkan lagi,,

datanglah engkau semua dalam sujud sempurna kepada segala maha..

biarkan bibirmu bergetar dalam derasnya air mata taqwa..

sandarkan hatimu dalam pokok iman yang kokoh 

hiasi langkahmu dalam garis-garis keindahan surga..


hari ini aku ingin berseru...

mari kita maju bersama dengan ikatan sejahtera..

untuk selamanya...

untuk selamanya...

Senin, 31 Mei 2010

Kuhimpun..

kuhimpun pikiran dalam otakku
kuhimpun tenaga dalam ototku
kuhimpun cinta dalam hatiku
lalu aku pun berseru...
apakah dunia telah mengelabuhiku?
apakah aku dalam lingkup tanda semu?
kurasa Allahu robbi yang maha tahu...

Rabu, 18 November 2009

Satu temanku pergi

engkau datang dengan penuh canda

engkau ajak orang lain tertawa,

engkau hiasi warna dunia dengan kesederhanaan

lalu engkau lambaikan tangan sebagai tanda perpisahan

hari itu kabar duka menghampiri

rasa tidak percaya dan keterkejutan silih berganti

kutanya lagi untuk sebuah konfirmasi

sementara isak tangis telah mengiringimu kepergianmu

selamat jalan sobat,

selamat menempuh jalan kemuliaan..

aku yakin yang segala maha telah menantimu

dengan senyuman akan datangnya hambaNya yang terjaga

Selasa, 01 September 2009

Semasa aku

Semasa aku merasakan kesyahduan ini,

semasa aku nikmati keindahan ini,

semasa aku rindukan kelembutan ini,

semasa aku terkubur dalam belaian kasih sayang nan suci



Laksana air nan jernih yang terus mengalir perlahan,

menyejukan, menyegarkan, menghilangkan dahagaku.

laksana bunga melati yang terus menebar aroma wangi nan lembut

perlahan engkau menyusuri sanubari hati yang dalam.



Wahai pencipta rasa cinta, datanglah selalu kepadaku

dengan wujud terindahmu,

hampiri aku, dia, mereka, dan kami semua yang ada

hibur kami dengan kabar gembira,

hibur kami dengan alunan syahdu irama surga

dan tetapkan kami semua sebagai penghuni tetap tempat terindah itu.


Rabu, 01 Juli 2009

Jalan hidup

Masa ke masa berjalan, arungi lautan kehidupan sejuta kisah
Langkah dengan langkah lain, Satu kisah diteruskan dengan kisah lainnya
Jalan ini sungguh panjang, berliku, beraral melintang
Terkadang tujuan membias kabur, 
Terkadang tujuan itu nyata….
 dalam mata hatiku, dalam bathinku

Diwaktu lalu aku tersungkur, Diwaktu lain aku tersentak
Diwaktu itu aku terkubur, Diwaktu cinta bertali dengan erat
Diwaktu hati dirajai oleh kebusukan , diwaktu hati bercahaya gemilang

 Sebentar tersadar, Sebentar lain maksiat, 
Sebentar waktu aku bersujud, seperti menebar benih ke surga …….
 Namun sebentar lain juga terkadang menebar benih ke arah kemungkaran

Arifinayahfadhil

Jumat, 12 Juni 2009

Zaman apa ini

Heran sungguh terheran- heran aku kini
Manusia seperti menuju kegilaan terkini
Akan sehat telah pergi jauh meninggalkan pikiran suci
Seakan ada perlombaan kebengisan dan kezaliman dengan hadiah segunung mimpi

Binatang akan malu bila sadar perilaku mereka diadopsi manusia kini
Majikan menganiaya karena masalah sekecil lidi
Nyawa sekarang sudah punya harga baku mati
Mengerikan, sungguh sangat mengerikan hati
perlahan jiwa mulai terseret seperti sapi
Kealam kegilaan seperti gambaran dahulu lagi
Perbudakan dengan hiasan gemerlapan berita terkini
Rela melakukan apa saja demi uang dalam peti

Aku terhenyak akan keadaan zaman ini
Terharu membiru dan menyesak hingga ke uluhati
Hingga terkadang terucap kata “ binatang jenis baru apa ini”
Sungguh aku berharap akan keadilan murni
Tanpa berpihak kesana sini
Disini, disisi jurang kemanusian sekarang ini, aku yakin hatinya telah mati

arifinayahfadhil

Selasa, 09 Juni 2009

Untuk Bapakku

Dia seorang lelaki perkasa, yang sangat sederhana..
yang penuh ketenangan....
dalam hidupnya, air biarlah tetap jadi air

Hari-hari yang dilalui selalu bermakna,
dengan kenikmatan yang diraih hari itu juga..
walau begitu banyak kekurangan yang mengepung
namun dia tak surut untuk tetap bersujud

Bapak, begitu aku memanggilnya..
maafkan aku yang mungkin belum bisa menjadi orang yang kau harapkan
maafkan aku yang belum bisa memberikanmu suatu keindahan
maafkan aku yang belum bisa berbaris dengan orang-orang sepertimu


arifinayahfadhil


Senin, 01 Juni 2009

Kesendirianku

Dalam kesendirianku malam ini
Aku coba untuk mengukur langkah-langkahku
Berapa jauhkah aku telah berjalan
Dalam kemaksiatan……..
Dalam kebodohan…….
Dalam kelalaian……..
Dalam ketidaktahuan…..
Dalam kesombongan…….

Entah apa yang harus aku katakan pada kalian semua.
Sungguh, aku ini bukanlah orang sempurna seperti kalian kira
Begitu banyak noda yang mengikuti langkah-langkahku
Jangan lagi kalian puji aku
Karena aku tak pantas untuk itu
Simpan saja kemulian yang ingin kalian berikan
Aku hanya ingin sendiri dalam lamunan akhiratku
Biarkan aku terbang mengitari kehidupanku sendiri………
Biarkan aku melayang-layang diatas bayanganku sendiri…
Sampai nanti, sampai aku sadar akan segala kekhilfanku..


arifinayahfadhil

Senin, 04 Mei 2009

Masa lalu 

Lambaian masa lalu menghentakkanku 
Hingga aku terjaga dari jalinan mimpi
Perlahan tapi pasti aku mulai merasakan ketakutan 
Yang datang mengepung segenap perasaan dan jiwa

Aku berusaha untuk merebut kembali masa itu
Tapi hanya kehampaan yang ku gapai
Perasaan menyesal datang menikamku tanpa belas kasihan
Lalu aku mulai merasa lemah dan lunglai
Tanpa daya.. tanpa kuasa…

Malam hari aku coba bersimpuh…
Mengakui kebodohan-kebodohan yang telah aku buat
Begitu banyak peperangan terjadi dalam kalbu
Satu persatu kenyataan akhirnya harus akui
Bahwa aku tidak muda lagi..
Entah berapa hari yang tersisa buatku…
Aku pun tak tahu pasti…


arifinayahfadhil

Kamis, 12 Maret 2009

Dosa-dosa

Ketika aku bertanya pada nurani ini...

sejenak ada sesuatu yang meledak yang tergambar akan dirimu dalam pikiranku

ketakutan yang luar biasa..............

kehinaan yang tiada tara......

sungguh perasaan ini menyiksaku dari waktu ke waktu.

menusuk, merobek dan meluluh-lantahkan apa yang aku bangun

Ketika aku melangkah menuju kembali jalan fitrahku

begitu penuh harapan mendesak dalam kalbuku

berteriak histeris,  bersemangat sekali...

dengan teriakan Allahu Akbar....

aku pun maju perlahan....

berusaha meninggalkan diriku yang pergi kepulau kesalahan terlalu jauh

Senin, 05 Januari 2009

Benciku

Bajingan...!

mungkin kata itu cukup tepat mewakili perasaanku.

untuk kuungkapkan kepada yahudi si setan belang.

aku belum puas... sungguh belum.

wahai yahudi... aku tahu bahwa engkau adalah teroris ...

perampok, penindas,  pengecut, tukang fitnah, haram jadah....

kurasa makianku akan terus mengalir..

tapi ingat....!!!

aku juga punya doa...

doa mohon kehancuranmu....

wahai yahudil.. engkaulah laknatullah....

Senin, 22 September 2008

SAJAK PUTIH (KHAIRIL ANWAR)

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...

Puisi cinta

...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

Senin, 18 Agustus 2008

HARAPANKU

Ya Allah,
Aku ingin sekali Negara ini dipimpin oleh seorang hamba-MU yang shaleh
Yang mengenal-MU sangat baik
Yang mengenal-MU sangat dekat
Yang mengenal-MU dengan hati

Ya Allah,
Aku ingin sekali para wakil rakyat adalah hamba-hamba-MU yang beriman
Yang beriman pada-MU bukan pada golongan
Yang beriman pada-MU bukan pada partai
Yang beriman pada-MU bukan pada jabatan
Yang beriman pada-MU bukan pada uang
Yang beriman pada-MU bukan pada gila kehormatan

Ya Allah,
Aku ingin sekali para pejabat di Negara ini adalah hamba-hamba-MU yang taqwa
Yang bertaqwa pada-MU sepenuh hati
Yang bertaqwa pada-MU sepenuh jiwa
Yang bertaqwa pada-MU sepenuh raga
Yang bertaqwa pada-MU tanpa takut mengatakan sesuatu yang benar
Yang bertaqwa pada-MU tanpa takut meninggalkan yang salah
Yang bertaqwa pada-MU tanpa takut mengorbankan diri demi islam

Ya Allah,
Himpunkanlah dihati kami semua nilai kejujuran bukan kebohongan
Rangkumkanlah dihati kami semua sikap amanah bukan keculasan
Gantikanlah kerusakan dan kejelekan dihati kami dengan keindahan akhlak dan kebaikan
Singkirkanlah daripada kami sikap menang sendiri maupun golongan
Rantaikanlah di lidah kami keingin memanjatkan do’a

finarga@yahoo.com
18 Agustus 2008